
Merawat yang Sedang Bertumbuh: Cerita di Balik Adopsi Pohon Leuweung Samida Cimenyan
Kenali program Adopsi Pohon Leuweung Samida di Cimenyan: kontribusi bibit, titik tanam koordinat asli, dan kerja nyata merawat hutan muda.
Atur kenyamanan membaca
Versi ringanAdegan ilustrasi tidak tersedia. Ceritanya tetap dapat Anda baca di bawah.
01 / POK — LEUWEUNG SAMIDA
Perjalanan House of Samida bermula dari hutan yang kami tumbuhkan di Cimenyan, Bandung. Kami menyebut niat ini Pok.
Penanaman dimulai pada Agustus 2023. Hutan dan ruang racik tumbuh beriringan; bahan produk belum seluruhnya berasal dari Leuweung Samida.
Setiap laku berawal dari niat.Gulir untuk melanjutkan
02 / PEK — HOUSE OF SAMIDA
Dari niat, berlanjut ke kerja. Itulah Pek. Di ruang racik, kami melakukan riset dan pengembangan untuk mengolah resin, minyak nabati, dan bahan aromatik menjadi produk perawatan tubuh dan ruang.
Berikutnya, produk kami03 / PRAK — ECHOES OF SAMIDA
Prak membawa gagasan ke ruang bersama. Melalui Echoes of Samida, cerita dan pengetahuan menjadi jalan untuk saling mengenal.
Berikutnya, cerita pilihanECHOES OF SAMIDA
Catatan tentang bahan, perawatan, dan keseharian.

Kenali program Adopsi Pohon Leuweung Samida di Cimenyan: kontribusi bibit, titik tanam koordinat asli, dan kerja nyata merawat hutan muda.

Panduan memilih dupa batang untuk ruang: membaca komposisi, mengenali profil aroma, menjaga ventilasi, dan menyimpan stik dengan baik.

Pahami perbedaan minyak atsiri dan minyak infus, cara membaca labelnya, serta mengapa pengenceran perlu mengikuti bahan dan tujuan pemakaian.

Kenali potassium alum, perbedaannya dari bahan antiperspiran, serta hal yang perlu diperiksa pada label dan cara pakai deodoran tawas.

Kenali Standar Hayati di House of Samida: etos pemilihan bahan alam, ketertelusuran proses, dan alasan kami tidak memakai klaim persentase.

Edisi pertama. Saat gagasannya menggema dari hutan, lalu masuk ke kehidupan bersama.

Hutan yang berumur dua tahun belum bisa disebut hutan dalam arti yang utuh. Tulisan ini tentang apa yang ada di sana sekarang, dan apa…

Merawat bukan perasaan. Ia pekerjaan yang berulang, sering membosankan, dan hanya terbukti lewat apa yang masih hidup setelah beberapa tahun.

Sebuah kata muncul di batu bertarikh 1533 dan bertahan sampai hari ini. Yang tersisa adalah katanya — bukan bentuknya, bukan fungsinya, bukan pohonnya.

Botol kecil di dalam tas, dibuka dan dihirup — kebiasaan yang sangat Indonesia. Tapi isi botolnya berbeda-beda, dan perbedaan itu menentukan cara memakainya.

Lima istilah yang tampak seperti hal yang sama di rak toko, padahal dibuat dengan cara berbeda dan dipakai dengan aturan berbeda.

Dua tanaman berbeda berbagi satu nama sehari-hari. Salah satunya masuk ke sup, satunya lagi masuk ke botol minyak. Keduanya bukan hal yang sama.

Kemenyan adalah resin dari pohon genus Styrax — bukan frankincense, dan bukan gaharu. Ketiganya sering ditukar di label produk, dan ketiganya berasal dari pohon…

Sebatang dupa adalah tiga hal sekaligus: bahan wangi, bahan bakar, dan perekat. Mengetahui ketiganya menjelaskan hampir semua perbedaan yang Anda cium.

Sebotol minyak rambut hampir selalu dua hal sekaligus: minyak dasar yang menjadi isi terbesarnya, dan aromatik dalam kadar kecil. Memahami keduanya mengubah cara Anda…

Istilah “deodoran alami” dipakai luas dan jarang didefinisikan. Berikut cara membaca labelnya — bahan apa yang biasanya ada di dalam botol, dan empat hal…
Buka catatan lain. Temukan hal yang dekat dengan keseharian.
01 / 04Geser untuk membaca
ONE CONNECTED PRACTICE
Dalam praktik kami hari ini, Mulasara berarti merawat: menumbuhkan niat (Pok), mengerjakan (Pek), dan berbagi (Prak).
Ke mana Anda ingin melanjutkan?
Adegan merupakan ilustrasi, bukan gambaran lokasi sebenarnya.