Lompat ke konten

Jurnal

Sereh Wangi dan Sereh Dapur: Dua Tanaman, Satu Nama

Kalau Anda membeli “minyak sereh”, ada kemungkinan besar Anda tidak sedang membeli tanaman yang ada di dapur Anda. Dua rumput yang berbeda berbagi satu nama sehari-hari di Indonesia, dan perbedaannya bukan soal varietas — ia soal spesies.

Dua tanaman, dua nama ilmiah

Sereh dapurCymbopogon citratus. Ini yang dimemarkan lalu masuk ke soto, gulai, dan rebusan. Aromanya cerah, seperti jeruk lemon, dan relatif lembut. Bagian yang dipakai umumnya batang bawahnya yang gemuk dan putih.

Sereh wangiCymbopogon nardus, dan kerabat dekatnya Cymbopogon winterianus. Inilah yang dalam perdagangan internasional disebut citronella. Daunnya lebih panjang dan kasar, dan ia ditanam terutama untuk disuling, bukan untuk dimasak.

Keduanya satu genus, dan di pasar keduanya sering hanya disebut “sereh”. Tetapi minyak yang keluar dari keduanya berbeda susunannya, berbeda aromanya, dan dipakai untuk hal yang berbeda.

Apa isi minyaknya

Minyak sereh wangi didominasi senyawa seperti citronellal, geraniol, dan citronellol. Susunan persisnya berbeda antar jenis dan antar daerah tanam — minyak dari C. winterianus, yang sering disebut tipe Jawa, umumnya lebih tinggi citronellal-nya dibanding tipe Ceylon.

Minyak sereh dapur lebih banyak mengandung citral, dan itulah asal aroma lemonnya yang tajam.

Perbedaan ini bukan detail akademis. Ia menjelaskan kenapa sebotol minyak yang berlabel “sereh” bisa beraroma sangat berbeda dari botol lain yang berlabel sama — dan kenapa menyebut spesies di label jauh lebih berguna daripada menyebut nama umumnya.

Cara memanennya

Sereh wangi adalah rumput tahunan yang dipanen dengan cara dipangkas daunnya, lalu tumbuh kembali. Satu rumpun bisa dipangkas berkali-kali dalam setahun selama beberapa tahun sebelum diremajakan.

Daun segar disuling dengan uap. Rendemennya kecil — perlu banyak daun untuk sedikit minyak — dan itu sebabnya harga minyak sereh wangi tidak pernah semurah kesan “rumput yang tumbuh di mana saja”.

Indonesia termasuk penghasil citronella yang diperhitungkan di pasar dunia, bersama beberapa negara lain di Asia.

Penggunaan tradisional, dan batasnya

Sereh wangi dikenal luas sebagai bahan penolak serangga, dan penggunaan itu punya sejarah panjang serta dasar yang cukup banyak dibahas dalam literatur. Yang perlu dicatat: efeknya berumur pendek karena senyawanya cepat menguap, dan karena itu produk berbahan sereh wangi umumnya perlu diulang jauh lebih sering daripada produk sintetis yang dirancang untuk bertahan lama.

Menulis “dipakai secara tradisional untuk X” adalah keterangan. Menulis “melakukan X pada tubuh Anda” adalah klaim, dan klaim menuntut pengujian. Kami memisahkan keduanya di seluruh situs ini, dan kami tidak menuliskan yang kedua untuk produk mana pun.

Di rumah

Sebagai tanaman, sereh wangi mudah: ia suka matahari penuh, tanah yang tidak menggenang, dan pemangkasan rutin. Ia tumbuh cepat dan melebar, jadi beri jarak lebih daripada yang terasa perlu saat menanam.

Sebagai minyak, ia pekat. Minyak esensial apa pun — sereh wangi termasuk — bukan sesuatu yang dibubuhkan ke kulit tanpa pengenceran hanya karena ia berasal dari tanaman. Kami menulis soal pengenceran dan beda antara minyak esensial, minyak pembawa, dan hidrosol di artikel terpisah.

Di produk kami

Sereh wangi termasuk aromatik dalam komposisi Tiangin Oil kami, bersama cengkih, peppermint, lavender, kayu putih, dan rosemary. Daftar bahan lengkapnya ada di halaman produknya.

Sereh wangi yang ada di botol itu tidak berasal dari Leuweung Samida. Seperti bahan lain di katalog kami hari ini: hutannya masih muda, sebagian bahan masih datang dari luar, dan hutan serta workshop tumbuh bersamaan. Kami menuliskannya karena itu keadaan sekarang, bukan karena ia enak dibaca.

Katalog selengkapnya ada di halaman belanja.