Workshop · Bandung
Tentang Samida
Tempat bahan dipelajari, diolah, dan diberi kegunaan baru—tanpa memutus hubungannya dengan sumber yang menghidupinya.
Sebuah workshop yang tumbuh bersama hutan muda di Cimenyan.
01 / Pek
Pek adalah bunyi pengerjaan.
Mengenali bahan.
Menemukan cara mengolahnya.
Di workshop, bahan tidak dipaksa menjadi sesuatu. Kami mempelajari karakter, kegunaan, dan batasnya sebelum menentukan cara mengolahnya.
-
01
Kenali
Melihat asal, aroma, tekstur, dan sifat bahan.
-
02
Olah
Memilih teknik yang menjaga karakter terbaiknya.
-
03
Uji
Mencatat hasil, menilai ulang, dan memperbaiki.
Menyuling, meramu, menguji. Lalu belajar, menyesuaikan, dan mencoba lagi.
02 / Cerita & Mulasara
Merawat tidak selesai setelah menanam.
Mulasara berarti merawat, memelihara, dan bertanggung jawab atas kelangsungan hidup sesuatu.
Gagasan Samida berangkat dari pertanyaan tentang apa yang terjadi setelah upacara selesai: bagaimana penghormatan pada kehidupan diteruskan dalam keseharian?
Bisakah kegunaan sebuah tanaman menjadi alasan lain untuk menjaganya tetap hidup?
Produk adalah bagian dari percobaan itu—upaya memahami bagaimana nilai ekonomi dapat menopang kelanjutan ekologi tanpa memutus hubungan dengan sumbernya.
03 / Pok · Pek · Prak
Tiga gerak yang saling meneruskan.
Leuweung menumbuhkan, House mengolah, lalu Echoes menyebarkan cerita dan pengetahuan agar gaungnya menjangkau lebih jauh.
04 / Hayati
Cara kami memperlakukan bahan.
Hayati adalah cara bekerja, bukan spesifikasi formula.
Asal yang jelas
Memilih bahan yang bisa kami sebutkan asalnya, baik dari Leuweung maupun dari mitra.
Perhatian pada karakter
Memperhatikan sifat setiap bahan dalam memilih cara mengolah dan menggunakannya.
Pilihan yang terbuka
Menjelaskan bahan dan proses yang kami pilih, termasuk batas yang perlu dipahami sebelum menggunakannya.
Dari sumber ke keseharian
Kenali hutannya.
Temui hasil kerjanya.
Lanjutkan dari tempat bahan bertumbuh, atau dari kegunaannya dalam keseharian.