Jurnal
Leuweung Samida di Cimenyan: Hutan yang Sedang Ditumbuhkan
Leuweung Samida adalah hutan yang sedang kami tumbuhkan di Cimenyan, di utara Bandung. Pekerjaannya dimulai pada Agustus 2024.
Tulisan ini sengaja ditulis pendek pada bagian yang membanggakan dan panjang pada bagian yang belum selesai, karena itu proporsi yang jujur untuk sebuah tempat yang baru berumur dua tahun.
Apa yang ada di sana
Lahannya adalah tanah keluarga di Cimenyan. Sejak pekerjaan dimulai, yang terbangun lebih dulu adalah hal-hal yang tidak terlihat di foto: akses ke lahan, rumah tanam untuk pembibitan, dan instalasi air. Ketiganya selesai menjelang akhir 2024.
Urutan itu bukan kebetulan. Menanam adalah bagian yang paling mudah. Yang menentukan apakah yang ditanam masih hidup dua musim kemarau kemudian adalah air, naungan, dan seseorang yang datang secara rutin.
Kemenyan — pohon dari genus Styrax — termasuk yang kami tanam di sana. Kami menulis tentang kemenyan sebagai bahan secara terpisah, di artikel tentang Styrax.
Apa yang belum kami terbitkan, dan kenapa
Ada beberapa angka yang ditanyakan orang, dan yang belum ada di situs ini:
- Berapa jumlah pohonnya. Kami punya perkiraan. Perkiraan bukan hitungan. Angka baru akan terbit kalau ada tanggal penghitungannya dan ada orang yang bertanggung jawab atas angkanya.
- Apakah sudah ada yang menghasilkan resin. Ada laporan lisan. Laporan lisan bukan catatan panen, dan jarak antara keduanya adalah jarak antara cerita dan klaim.
- Kapan hutan ini akan memasok bahan untuk produk kami. Kami tidak tahu, dan menebaknya di halaman komersial akan menjadi janji.
Menahan angka terasa seperti kehilangan kesempatan bercerita. Tetapi angka yang terbit terlalu cepat akan dikutip orang lain, masuk ke tulisan lain, dan bertahan jauh lebih lama daripada kemampuan kami membuktikannya.
Kalimat yang selalu kami sertakan
Hutannya masih muda. Produk House of Samida hari ini belum dibuat dari tanaman yang tumbuh di Leuweung Samida — sebagian bahan masih datang dari luar, sementara hutan dan workshop tumbuh bersamaan.
Kalimat itu ada di halaman toko kami, di halaman hutan, dan di hampir setiap artikel di jurnal ini. Ia bukan sangkalan kecil yang ditaruh di bawah. Dalam cerita merek ini, ia justru intinya: yang sedang dibangun adalah dua hal sekaligus, dan yang satu belum menyusul yang lain.
Kami lebih suka Anda membacanya dari kami sekarang daripada menyimpulkannya sendiri nanti.
Pok, Pek, Prak
Kerja ini kami bagi menjadi tiga bagian, memakai tiga kata Sunda yang menandai perpindahan dari niat ke tindakan:
- Pok — Leuweung Samida. Sumbernya: tanah, tanaman, air, waktu.
- Pek — House of Samida. Workshop tempat bahan menjadi sesuatu yang bisa dipakai orang, dan tempat produk dijual.
- Prak — Echoes of Samida. Bentuk sosialnya: saat gagasannya keluar dari hutan dan workshop, bertemu orang banyak. Yang terdekat dijadwalkan pada 26 September 2026.
Tiga-tiganya berjalan bersamaan, dan tidak satu pun bisa berjalan sendiri. Hutan tanpa workshop tidak membiayai dirinya. Workshop tanpa hutan hanya sebuah merek. Keduanya tanpa orang tidak akan bertahan melewati generasi yang memulainya.
Merawat sebagai ukuran
Kata yang kami pakai untuk merawat adalah Mulasara: menjaga sesuatu tetap hidup, dan bertanggung jawab atas kelanjutannya. Ia memindahkan pertanyaan dari keyakinan ke tindakan — dan tindakan, tidak seperti keyakinan, bisa diperiksa orang lain. Uraiannya ada di tulisan tentang Mulasara.
Nama Samida sendiri dipinjam dari sebuah kata di Prasasti Batutulis bertarikh 1533. Apa yang benar-benar tercatat di batu itu — dan apa yang tidak — kami tulis di artikel tersendiri, karena kami rasa meminjam sebuah kata menuntut penjelasan tentang batas pinjamannya.
Cara ikut
Cara paling langsung adalah membeli sesuatu yang dibuat di workshopnya — katalognya ada di halaman belanja, dan penghasilannya membiayai pekerjaan di lahan.
Cara yang lain adalah datang. Rincian tempat, waktu, dan cara ikut untuk Echoes of Samida menyusul di halamannya.
Tidak semua orang harus berkontribusi dengan cara yang sama. Itu prinsipnya, dan itu juga alasan halaman ini tidak berakhir dengan satu tombol saja.