House of Samida
House of Samida adalah workshop. Di sinilah bahan — dari Leuweung Samida dan dari mitra yang kami percaya — diolah menjadi sesuatu yang berguna dalam keseharian.
Pek adalah bunyi pengerjaan. Menyuling, meramu, menguji, belajar, menyesuaikan, mencoba lagi. Yang kami kerjakan hari ini mencakup penyulingan minyak atsiri, olahan aromatik, dupa, ramuan, produk perawatan diri, dan minuman fermentasi.
Pertanyaan yang sedang kami kerjakan
Bisakah kegunaan sebuah tanaman menjadi alasan lain untuk menjaganya tetap hidup?
Produk itu penting, tetapi ia bukan ujung dari gagasannya. Ia bagian dari percobaan. Bisakah nilai ekonomi menopang kelanjutan ekologi, dan bukan bersaing dengannya? Bisakah pengolahan menciptakan nilai tanpa memutus produk dari sumber yang menghidupinya?
Pertanyaan-pertanyaan itu lebih berarti bagi kami daripada sekadar menambah satu produk lagi di rak.
Hayati
Hayati adalah cara kami memilih dan memperlakukan bahan: bahan yang bisa kami sebutkan asalnya, perhatian pada karakternya, dan sikap yang jelas tentang apa yang tidak kami tambahkan. Ia sebuah cara bekerja, bukan spesifikasi formula.
Yang belum
Hutannya masih muda. Produk House of Samida hari ini belum sepenuhnya dibuat dari tanaman yang tumbuh di Leuweung Samida — sebagian bahan masih datang dari luar, sementara hutan dan workshop tumbuh bersamaan.
Itu bukan kontradiksi. Itu tahap yang sedang kami jalani.